Thursday, November 03, 2011

WaiPe.

Kemarin, 2 November 2011 adalah salah satu hari yang bersejarah selama aku masih bernapas. Aku bertemu seorang sahabat kala kami masih bocah! Aku mencarinya dari tahun 2001... Lama yah. 10 tahun. Bayangkan... 10 tahun mencari. Ternyata aku orang yang sabar untuk urusan beginian hmmm...

Aku ingat terakhir melihatnya di Abuba Steak, Jaksel. Waktu itu aku pergi bersama seorang teman. Sangat suprise menemukannya disana. Dia begitu cantik dan ceria seperti dulu. Aku melihatnya pergi dengan seorang pria, seniorku di DKV. Pria ini, seorang yang juga aku kenal. Dia sangat pintar, baik dan ramah. Senang melihatnya mendapatkan pria itu, dan aku melihat matanya cemerlang seperti matahari. Aku tahu dia sedang jatuh cinta. Lalu saat itulah pertemuan kami yang terakhir. Bertahun-tahun sesudahnya, aku mencarinya. Aku bertanya pada teman-teman dekatnya, aku pulang dan pergi ke rumah lamanya, bertanya pada mama namun tidak ada informasi yang dapat membawaku menemukannya.

Beberapa tahun yang lalu, mama bercerita bahwa dia batal menikah lalu setelah itu cerita tentangnya tidak dapat lagi jelas kudengar. Dia bagai hilang ditelan bumi. Aku ingat masa kecil yang kami habiskan bersama... Kami masih memiliki hubungan keluarga (jauh) dan dia sudah seperti seorang kakak perempuan bagiku. Seorang perempuan yang ceria, keren, cantik, punya banyak fans pria dan sangat-sangat menyenangkan. Aku merindukannya, aku selalu mencarinya.

Lalu kemarin adalah hari yang bersejarah. Sebab aku menemukannya tanpa sengaja. Dia pun ragu dan memanggil namaku dengan penuh keraguan. Aku berbalik dan menemukannya. TUHAN!! Aku tidak dapat menahan diri. Aku langsung memeluknya dan menangis. Ada perasaan yang meledak didalam diri kami, menjadikan kami sakit, bahagia dan ada beribu tanya, berjuta cerita yang ingin terurai. Ternyata selama ini kami saling mencari. Bertahun-tahun kami saling mencari. Kami saling berpelukan,.. dan menangis untuk waktu yang lama. Air mata mengalir begitu saja, aku sudah sangat rindu.

Kemudian kata-kata terurai bagai air, keluar dari bibirnya yang tipis. Matanya berkaca-kaca menceritakan apa yang terjadi pada dirinya selama ini. Tentang hidup, keluarga, sahabat dan orang-orang yang dicintainya. Dia bercerita tentang laki-laki yang dicintainya, juga sebuah hubungan yang sangat complicated sehingga membuatnya trauma. Dia masih sendiri hingga saat ini. Dia tidak menikahi siapapun, walaupun dia ingin kembali pada laki-laki itu. Terbersit keinginan untuk menyatukan mereka, tapi laki-laki yang dicintainya sudah menikah. Aku ingin sekali dia bahagia, dan dia berkata bahwa dia bahagia karena menemukan seorang teman untuk berbagi. Saat ini aku adalah satu-satu teman dan akan selalu menjadi temannya. Tahukah kamu? Dia masih mencintai laki-laki itu. Dan laki-laki itu adalah sahabat dari laki-laki yang pernah aku cintai, seseorang yang kenangannya masih tersimpan begitu rapi -- didalam hatiku. Kedua laki-laki itu adalah seniorku, satu jurusan, manusia DKV yang sangat genius... Baik aku dan gadis itu memiliki riwayat yang tidak jauh berbeda, hobi yang sama, sifat ceroboh yang sama, pemberontak keluarga, nekat, bandel, berani, cuek... bahkan caling gigi yang sama, dan juga... dua laki-laki yang sama-sama membenci kami (...)

Kisahnya, memukulku. Bagaimana mungkin seorang gadis yang begitu keren dan menjadi idola dapat memiliki kisah cinta yang begitu tragis? Dia adalah gadis yang sangat keren! Siapapun iri padanya! Aku pun iri sekaligus bangga padanya!! Tapi kesedihan dan luka hati telah memukulnya sedemikian dalam. Dia tidak menikah, masih terluka, tidak percaya diri dan labil... Dapatkah kamu bayangkan? Seseorang yang sangat aku idolakan, labil. Dia bahkan tidak percaya diri untuk bekerja. Dia tidak memiliki email, account Facebook atau yang sejenisnya, ponselpun seadanya yang membuatnya memang 'bagai lenyap ditelan bumi'. Lalu aku mengajaknya ke apartemen dan mengenalkannya pada suami dan anak-anakku. Kami sangat senang malam itu. Aku bahkan menelpon mama dan berkata bahwa aku telah menemukannya. Mama sangat-sangat senang. Rasanya mama pun menangis karena tahu betapa aku mencarinya selama ini. Tuhan, Engkau sungguh baik hati.

Aku sangat menyayanginya. Sepanjang jalan malam itu, kami saling bergandengan tangan, sesekali berhenti hanya untuk memeluk dan menciumnya. God, aku tidak akan melepaskannya lagi. Aku tidak akan membiarkannya sendirian. Terima kasih Tuhan, karena telah menemukan dia untukku.


Sekarang, masih ada 1 teman lagi yang aku cari. Dia adalah seorang teman dari SMP, teman sebangku. Rentang waktunya? Dua puluh tahun. Tuhan, tidak ada yang tidak mungkin jika Engkau telah menghendaki. Aku akan menunggu.

0 komentar: