Aku melihat seulas senyum pada bibir dan helaan napasnya. Aku tahu rasa hatinya masih nelangsa, tapi aku dia pasti bisa melewatinya dengan baik. Terkadang aku takut pada pikirnya, sebab dia hanya berpikir tentang tiga puluh lima lantai yang akan meremukkan tubuhnya nanti. Lalu aku katakan padanya bahwa dia pasti bisa! Sebab Tuhan bersamanya, dan menangislah padaNya.
Hari ini,
aku tahu beban hatinya tiada berperi. Kupikir dia layak mendapat oscar atas apa yang telah dilakukannya, bahwa dia masih bisa tersenyum dibalik gulana hatinya yang perlahan berjelaga. Tidak ada seorang pun tahu rumitnya sebuah pikiran, bagaimana sebuah otak mampu menampung begitu banyak kisah, bagaimana sebuah hati mampu menampung segala derai air mata. Kupikir satu-satunya yang akan ditinggalkannya jika dia mati nanti, adalah sebuah rahasia.
Kekasih,
tatap mataku dan tersenyumlah. Aku tahu sulit bagimu untuk memaafkan dirimu, tapi kamu akan melaluinya.
Saturday, October 01, 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


0 komentar:
Post a Comment